Khalayak Ramai
Aku sudah terlalu lama tidak posting tulisan. Bukan berarti aku tak menulis. Berderet draft tulisan dalam blog ku yang sampai saat ini tidak berhasil aku upload. Kenapa? Karena khalayak ramai.
Banyak dari tulisanku itu yang sekedar coretan ungkapan perasaan. Dan lagi-lagi tak semestinya khalayak ramai mengetahui semua itu. Saat ini khalayak ramai senang dengan penderitaan orang untuk dimuat sebagai berita. Meresahkan. Aku tak sepopuler itu untuk kalian beritakan, hanya saja aku juga tak sekecil itu untuk kalian pertidakkan.
Ada sesorang yang mengkhawatirkan hal tersebut bisa melukaiku ke depannya nanti. Sayangnya, orang itu lupa bahwa dia keliru. Yaa dia berkata, tak perlu umbar kemesraan di depan publik dan tak perlu semua orang tau jika ada masalah dalam dapur. Aku setuju dengan perkataannya itu. Menurutmu bagaimana?
Untuk saat ini maaf ya, ternyata aku tidak selalu setuju dengan perkataannya. Dalam menjalani perkataan tersebut diperlukan kemesraan sesungguhnya dan masalah yang terselesaikan. Jika pada kenyataannya dua hal itu tidak ada, sama saja pembohongan hubungan. Bukan pembohongan publik, tapi hubungan. Apa yang perlu diumbar? Toh tidak ada kemesraannya. Apa yang perlu ditutupi? Toh masalah akan berlalu begitu saja tanpa diselesaikan dan perubahan yang berarti. Dan "repeat again"...ujung-ujung nya lagu lama.
Lucu, khalayak ramai untuk alasan sebuah hubungan. Sebuah hubungan dipertaruhkan disana. Andai aku disana, aku akan katakan bahwa itu hubungan tidak sehat. Perbaiki atau akhiri. Solusi bukan narasi. Semua redam ego dengan satu tujuan. Perbaiki hubungan untuk lebih baik dalam segala segi yang tepenting komunikasi, atau akhiri hubungan untuk lebih baik dalam mencapai pencapaian hidup selain hubungan itu.
Komentar
Posting Komentar