Hasrat Anak Kembar Berawal Dari Cekcok

Hai penikmat barisan kata. Kali ini aku kepikiran tentang judul yang satu ini, "Hasrat Anak Kembar Berawal Dari Cekcok". Oke aku jelaskan detail nya ya.

Saat ini aku bersyukur memiliki seorang anak perempuan yang luar biasa. Ibarat kata aku punya teman, sahabat, musuh, partner, bahkan teman tidur dan mandi justru bersama anak perempuanku. Misua jarang menghabiskan waktu bersamaku. Jadi ekspektasi dan ideal nya rumah tangga justru aku dapat setelah mempunyai anak.

Well, semua rumah tangga memiliki kasus kompleks yang beragam. Ada yang terlalu nyaman hingga akhir nya berujung kebosanan. Dan ada juga yang jauh dari kata nyaman berujung dengan kerenggangan. Aneh ya, padahal rumah tangga itu ribet. Tapi kita diciptakan berpasang-pasangan untuk melengkapi. So, sekarang aku tau deh. Kalau kalian udah pengen nikah, kalian kudu alias wajib siap untuk ribet dan berbagi dengan anggota baru di rumah tangga. Jadi siap menikah bukan sekedar siap secara finansial gaes. Itu terlalu mudah untuk dicari. Yang ribet itu adalah penyesuain yang perlu dibina 💛

Nah nah nah, alhamdulillah buat aku pribadi, dengan kehadiran seorang anak istilah ribet yang aku jalani terasa berkurang. Soalnya anak aku ini bantu mengurangi keribetan yang tak berujung dalam rumah tangga. Gimana enggak gaes, yang paling berasa banget pas aku lagi sakit. Gadis perempuan ku ini semenjak dalam kandungan udah bisa banget diajak kompromi dan diskusi. Sekarang doi yang paling bisa aku andalin klo aku sakit. Mulai dari bikin minum, selimutin aku, kasih minyak, mijitin, nyuapin, bahkan nemenin periksa ke dokter. Masya Allah 😭

Dari situlah aku berpikir keras. Aku pengen punya anak lagi dan gak pake KB semenjak melahirkan anak pertama. Keputusan tidak pake KB karena suami juga yang memintanya. Baiklah aku tidak pake KB.

Seiring berjalan nya waktu dan usia pernikahan, muncul kerikil dan karang di dalamnya. Disini nih berasa banget, tiap cekcok anak aku di usia dini nya selalu gak enak badan minimal suhu tubuhnya meningkat. Semakin bertambah usia pernikahan, bertambah juga usia anakku. Makin berasa gaes, doi yang jadi partner aku.

So, muncul hasrat untuk memiliki anak kembar berawal dari cekcok rumah tangga. Eits, jangan salah paham ya kaum adam. Bukan berarti dalam perselisihan selalu selesai di ranjang tanpa mengurai masalah dan menyelesaikannya. Karena tanpa diurai masalah tersebut justru menumpuk dan membuat kompleks nya rumah tangga.

Aku pribadi kenapa justru semakin yakin untuk pengen nambah anak saat cekcok? Yaa jelas dong, karena banyak anak meskipun ribet urusinnya, setidaknya bisa lebih diharapkan untuk jadi partner aku. Dan kalau kita udah gak ada, anak soleh soleha inilah yang mampu membantu kita di akhirat dengan doa nya.

Siapa nih yang pengen nambah anak? Sama gaes 😉 2 anak cukup, klo dikasih bonus alhamdulillah kan hehehe..

Komentar

Postingan Populer