03.52 WIB

Ada barisan tulisan di kotak draf.
Aku melemaskan jari mengikuti isi kepala.
Sayangnya aku tak piawai dalam mempublish.
Sayang andai engkau tau bentuk aku sejujurnya.

Beberapa malam aku singgahi dengan beragam kursi.
Kursi keras, lembut, bahkan panjang yang nyaman.
Kursi itu tak ada yang menenangkan.
Senyaman apapun jantungku berdegup kencang.

Braaak.
Kudengar suara pintu kamar tertutup.
Kamar yang biasa aku buka tiap paginya.
Ada seorang lelaki dengan kaos putih nya bercumbu dengan layarnya.

Andai kau tau
Aku tak diam dalam kegelapan.
Tak semudah itu memejamkan mata tanpa bayangmu.
Mungkin mudah bagimu menutup mata.
Karena hanya ada engkau dan ego mu dalam dunia ini.

Barisan jariku masih bergerilya.
Dua persen daya menemaniku.
Tak lupa dua bantal dua guling ini selalu setia dalam pelukan.

Tak akan ada sesal dalam akal sehatmu.
Saat semua jari ini tak bernyawa.
Kau tau itu.
Sayang..

Komentar

Postingan Populer