Larut Malam
Hai September! Seminggu telah berlalu di bulan ini.
Rasanya rindu akan berbagai hal.
Aku merindukan keluarga; bapak, ibu, ayah, ibu, adik-adik, suami.
Yaa kini aku telah memiliki suami.
Bahkan kami sedang menanti kelahiran si buah hati.
Waktu terasa cepat berlalu.
Setelah kusadari, nyatanya tidak juga.
Waktu berjalan sesuai jadwalnya.
Hanya aku saja yang tidak menyadarinya untuk beberapa saat yg lalu.
Banyak cerita dan kisah yang aku hadapi dan aku alami.
Tentunya selama 2 tahun belakangan ini.
Ingin ku berbagi, untuk mencurahkan rasa.
Namun kurasa bukan sekarang waktu yang tepat.
Karena hari telah larut malam.
Aku harus berusaha istirahat kembali.
Demi bayi di dalam kandunganku.
Jujur, aku rindu.
Rindu akan kehangatan dan sosok suami.
Suami yang sedia dan siap untukku.
Suami yang mendekapku saat terlelap.
Suami yang menatapku dalam-dalam.
Suami yang membuatku tertawa.
Suami yang bersedia menceritakan hari-hari nya.
Suami yang rela menghentikan aktifitas nya saat bersamaku.
Yaa aku rindu dengan suamiku yang penuh kasih sayang padaku.
Semoga kamu juga selalu merasakan hal yang sama.
Semoga kamu selalu mengingat aku.
Kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun.
Bahagia lah bersamaku.
Bersedih lah bersamaku.
Kembali lah seperti dulu.
Hug, kiss, love you my lovely husband.
Rasanya rindu akan berbagai hal.
Aku merindukan keluarga; bapak, ibu, ayah, ibu, adik-adik, suami.
Yaa kini aku telah memiliki suami.
Bahkan kami sedang menanti kelahiran si buah hati.
Waktu terasa cepat berlalu.
Setelah kusadari, nyatanya tidak juga.
Waktu berjalan sesuai jadwalnya.
Hanya aku saja yang tidak menyadarinya untuk beberapa saat yg lalu.
Banyak cerita dan kisah yang aku hadapi dan aku alami.
Tentunya selama 2 tahun belakangan ini.
Ingin ku berbagi, untuk mencurahkan rasa.
Namun kurasa bukan sekarang waktu yang tepat.
Karena hari telah larut malam.
Aku harus berusaha istirahat kembali.
Demi bayi di dalam kandunganku.
Jujur, aku rindu.
Rindu akan kehangatan dan sosok suami.
Suami yang sedia dan siap untukku.
Suami yang mendekapku saat terlelap.
Suami yang menatapku dalam-dalam.
Suami yang membuatku tertawa.
Suami yang bersedia menceritakan hari-hari nya.
Suami yang rela menghentikan aktifitas nya saat bersamaku.
Yaa aku rindu dengan suamiku yang penuh kasih sayang padaku.
Semoga kamu juga selalu merasakan hal yang sama.
Semoga kamu selalu mengingat aku.
Kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun.
Bahagia lah bersamaku.
Bersedih lah bersamaku.
Kembali lah seperti dulu.
Hug, kiss, love you my lovely husband.
Komentar
Posting Komentar